Rasa malas pasti sering menghambat ikhtiar Anda dalam menjemput Impian. Banyak kasusnya para pengusaha muda yang bersemangat setelah membaca buku motivasi atau mengikuti seminar namun selang beberapa hari semangatnya menurun dan rasa malaslah yang datang.
Lalu bagaimana solusinya agar semangat muda kita tetap berkibar?
Ciptakan Kondisi Mendesak
Seringkali otot, otak dan semangat kita akan melar saat kita berada dalam kondisi terdesak. Lain halnya saat kita berada di zona nyaman, otot, otak, kreativitas dan semangat akan tertidur pulas. Beda halnya saat kita berada di zona yang mendesak dan "membahayakan".
Analoginya seperti ini, saat kita sedang berada di pesawat dan cuaca aman, kondisi pesawat pun baik, pastilah kita tertidur dengan pulas, mendengarkan musik, membaca majalah atau yang lainnya. Beda keadaannya ketika kita berada di pesawat saat cuaca buruk, pastilah kita berdoa, berdzikir, ingat orang-orang yang kita sayang, bahkan kita ingat mati.
Kesimpulannya apa? Untuk membuat semangat kita terus berkibar, ciptakanlah kondisi yang mendesak yang mengandung resiko besar jika kita tidak bergerak!. Misalnya Anda mengambil hutang (yang syariah tentunya) untuk modal usaha Anda, dengan begitu Anda tidak bisa bersantai-santai ria. Jika Anda masih berada di bangku kuliah, Anda bisa melepas uang saku dari orangtua Anda. Anda memasang target usia untuk segera menikah juga bisa menjadi pembakar semangat Anda dalam menjemput ikhtiar.
Intinya ciptakan kondisi yang mendesak dan berbahaya! Cari hal yang menantang dan jangan takut untuk mengambilnya. Dengan catatan, kondisi mendesak yang Anda ambil jangan sampai melebihi dosis Anda. Dan jangan lupa carilah mentor yang sesuai bidang Anda, pastikan mentor tersebut expert dan ahli dibidangnya, sehingga Anda bisa berdiskusi dengannya saat ada masalah.
Selain itu, pelajari hal-hal yang berkaitan, baik yang bersifat teknis maupun yang bersifat non teknis.
image : google image
Lalu bagaimana solusinya agar semangat muda kita tetap berkibar?
Ciptakan Kondisi Mendesak
Seringkali otot, otak dan semangat kita akan melar saat kita berada dalam kondisi terdesak. Lain halnya saat kita berada di zona nyaman, otot, otak, kreativitas dan semangat akan tertidur pulas. Beda halnya saat kita berada di zona yang mendesak dan "membahayakan".
Analoginya seperti ini, saat kita sedang berada di pesawat dan cuaca aman, kondisi pesawat pun baik, pastilah kita tertidur dengan pulas, mendengarkan musik, membaca majalah atau yang lainnya. Beda keadaannya ketika kita berada di pesawat saat cuaca buruk, pastilah kita berdoa, berdzikir, ingat orang-orang yang kita sayang, bahkan kita ingat mati.
Kesimpulannya apa? Untuk membuat semangat kita terus berkibar, ciptakanlah kondisi yang mendesak yang mengandung resiko besar jika kita tidak bergerak!. Misalnya Anda mengambil hutang (yang syariah tentunya) untuk modal usaha Anda, dengan begitu Anda tidak bisa bersantai-santai ria. Jika Anda masih berada di bangku kuliah, Anda bisa melepas uang saku dari orangtua Anda. Anda memasang target usia untuk segera menikah juga bisa menjadi pembakar semangat Anda dalam menjemput ikhtiar.
Intinya ciptakan kondisi yang mendesak dan berbahaya! Cari hal yang menantang dan jangan takut untuk mengambilnya. Dengan catatan, kondisi mendesak yang Anda ambil jangan sampai melebihi dosis Anda. Dan jangan lupa carilah mentor yang sesuai bidang Anda, pastikan mentor tersebut expert dan ahli dibidangnya, sehingga Anda bisa berdiskusi dengannya saat ada masalah.
Selain itu, pelajari hal-hal yang berkaitan, baik yang bersifat teknis maupun yang bersifat non teknis.
image : google image




