Ada kalimat yang sangat bijak mengatakan "Menabung adalah cara terlama untuk kaya, tidak menabung adalah cara tercepat untuk miskin".
Menabung memang tidak membuat kita kaya, karena tabungan atau saving hanyalah piranti yang digunakan untuk menyimpan uang dan dana darurat jika kita membutuhkannya tanpa harus susah untuk mencairkannya. Selain untuk dana darurat, tabungan juga berfungsi untuk persiapan, persiapan apa? Persiapan ketika kita melihat adanya peluang untuk investasi maka kita siap untuk mengambil peluang tersebut karena kita telah memiliki dana siap pakai.
Diatas dijelaskan bahwa menabung adalah cara terlama untuk kaya, lalu apa cara cepat untuk kaya? Ya bisnis (read : Cara Memulai Bisnis) dan Investasi.
Sayangnya, banyak Pengusaha Muda maupun anak muda yang susah untuk menabung salah satunya akibat sindrom "Hedonic Treadmill" (Read: Bahaya Hedonic Treadmill). Selain itu, minimnya pengetahuan kita tentang cara mengelola keuangan pribadi pun berakibat kita sulit menabung.
Sejak kecil, kita diberi mindset bahwa menabung itu jika ada dana sisa, benar? Nyatanya kita sulit untuk menyisakan uang, baik yang berasal dari bisnis, gaji, maupun uang saku. Pertama yang harus kita lakukan adalah :
1. Merubah Mindset Kita Tentang Menabung
Dalam bukunya "Habiskan Saja Gajimu" Ahmad Gozali (financial planner) menjelaskan bahwa cara terbaik untuk menabung adalah dengan menghabiskan pendapatan kita. Lhoh? Kok malah dihabiskan? Tunggu dulu, yang dimaksud dengan menghabiskan adalah kita merubah mindset kita tentang cara menabung. Yang tadinya menabung jika ada sisa, menjadi menabung dulu dan sisanya kita habiskan. Dan ternyata mindset "menghabiskan uang" jauh lebih mudah dari pada "menyisakan uang".
2. Buka Rekening Tabungan Khusus Tanpa ATM
Saat kita mendapatkan penghasilan, sesuai dengan prinsip di atas baiknya langsung Anda potong dan masukkan dalam rekening khusus di bank, dengan syarat Anda tidak boleh membuka layanan ATM. Karena ATM membuat tangan Anda ingin menggunakannya.
Anda bisa membuat beberapa rekening tabungan. Contoh; Tabungan jangka panjang untuk persiapan investasi, tabungan jangka pendek untuk shoping dan refreshing, dll sesuai dengan keperluaan Anda.
3. Komitmen
Saat Anda berhasil menjalankan point 1 dan 2, tugas Anda berikutnya adalah membuat komitmen kuat dalam jiwa Anda untuk tidak mengambil tabungan jangka panjang Anda sama sekali kecuali untuk hal yang produktif dan mendesak. Jangan sekali-kali mengambil uang jangka panjang Anda untuk kebutuhan konsumtif yang tidak produktif, komitmenlah!
Itu tadi 3 Tips Cara Menabung, sekarang kembali kediri Anda masing-masing. Apakah Anda bisa berkomitmen atau tidak?
Sumber gambar : Google Image
Selasa, 15 September 2015
Kamu Susah Nabung? - Ini 3 Tips Jitu Cara Menabung Menuju Bebas Finansial
Posted on 17.21 by Unknown
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

bagus dan cukup menarik tipsnya ,, makasih
BalasHapus